Tuesday, October 07, 2008
Once Fiona Said That if You Don't Have A Song To Sing Just Hum It
And I am not worried about
Things that people would say
Over things that people have said
About me
Erased account?
I can make a new one
Fallen tears?
I have boxes of tissue
Friends who don't stay friends?
I am not short of smiles to give away
Try me out, dear one
Throw me all those things
Curses
Manipulations
Lies
Evils
All poisonous words you said about me
In your page
or to your friends
or to my friends
or to my family
I shall go shalala
Darn Hyena
Such an inglorious-
Degrading-
Tasteless-
Shameful-
Weapon that you're using
I'll be dead ashamed if
I let those things harm me
What doesn't get me die
Gets me stronger :)
Monday, September 22, 2008
Tim Burton's Upcoming Film!
*gasp*
Yes, you heard me right. Personally I have always been fond of this Lewis Carroll's phantasmagorical work, and every time I re-read his works I always imagine Burton, one of my most favorite directors, transforming all those lustrously surreal images inside the story into some wicked live pictorial translations. As a matter of fact, I couldn't think of anyone else better capturing the tale's air of insanity.
So yes, the wish has been granted. The film is due to be released on March 2010. That long, I know. But being Burton's Bozo, my heart is faithfully stored. In the meantime, you can check up the updates in http://www.timburtoncollective.com/labels/alice%20in%20wonderland.html
Now, for the list of casts...
There are only few actors who are officially confirmed to play the roles, the rest are still to be kept confidential. Here are the officially confirmed actors:
Mia Wasikowska, an australian actor, as Alice.
Matt Lucas, the British comedian, as Tweedle Dee and Tweedle Dum
And here goes the rumored actors to play the roles in the film:
Vyelle Croom, the broadway actor, as the Cheshire Cat
And of course, the deliciously edible Mr. Depp, rumored to play the Mad Hatter...
Dan tentu saja saya harus memilih gambar akang jonih yang itu... kikikikik... nyam nyam... dia tampak sangat edible bukan... kikikik...
Tuesday, September 16, 2008
Apa Kabar para Penegak Keadilan Seksual (PKS)?
Saya kutip yah pernyataan ketua fraksi kalian di gedung perwakilan rakyat itu... yang nampaknya, haruskah saya mendeklarasikan diri saya sebagai bukan rakyat negeri ini, karena saya sama sekali tidak merasa terwakili dengan rancangan iseng-iseng yang kalian inih...
Di DetikNews, Ketua Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq bilang kalo disahkannya RUU Pornografi ini merupakan hadiah terindah bagi PKS di Bulan Ramadan ini. Ia pun meminta agar publik tidak lagi disibukkan dengan perdebatan norma, namun fakta sosial yang harus diperhatikan...
Fakta sosial gerangan apa kah, pak Mahfudz? Bahwa dengan adanya UU ini nantinya saya dapat saja tersubjektifikasi dan terkriminalisasi sebagai perempuan? Coba lihat saja definisi pornografi yang ada di RUU inih:
Pasal 1:
*Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1.Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam
bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar
bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk
pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau
pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual
dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.
Hasrat seksual siapakah? Apakah ini artinya nanti saya dan teman2 saya sudah nggak bisa melakukan gerakan-gerakan senam pat pat gulipat kami yang penuh goyangan-goyangan pantat nan menyehatkan jiwa? Apakah kami akan dianggap melakukan tindakan kriminal karena menyampaikan pornografi? Hasrat seksual itu batasannya sangat kabur, bapak-bapak dan ibu-ibu. Perlu diketahui kalau saya sendiri suka merasa merinding2 disko mendadak kalo melihat cowok2 berjenggot seperti Shavo Odadijan, si bassist-nya SoaD itu. Lalu bagaimana kalo begitu, kalian yang bersorban dan berbaju putih itu pun tanpa kecuali harus mencukur atau memberangus jenggot kalian karena bisa membangkitkan hasrat seksual?
Lalu ada lagi larangan meminjamkan atau mengunduh pornografi (ada di pasal 5), berikut larangan memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki atau menyimpan produk pornografi (seperti yang ada di pasal 6).
Dan ini artinya pemerintah luarbiasa isengnya sudah memasuki wilayah personal saya. Sekiranya saya punya berfolder-folder dalam komputer saya berisikan posisi-posisi kamasutra atau seks tantra atau latihan senam striptease-nya Carmen Electra, maka pemerintah bisa menjadikan saya pelaku kriminal? Padahal folder-folder itu
Belum lagi pasal 21 dan 22 yang bunyinya begini:
Pasal 21
Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.
Pasal 22
(1) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dapat dilakukan dengan cara:
a. melaporkan pelanggaran Undang-Undang ini;
b. melakukan gugatan perwakilan ke pengadilan;
c. melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pornografi; dan
d. melakukan pembinaan kepada masyarakat terhadap bahaya dan dampak pornografi.
Nah! Ketebak banget
Pembinaan my ass…
Selamat deh buat Negara tolol yang malah ngasih payung hukum buat those self-proclaimed preman pribadi Tuhan…
Lewat blognya Felix, saya baca pernyataan berani seorang teman dari Relawan Komponen Rakyat Bali, Rudolf Dethu, yang menyuarakan perlawanannya akan RUU Pornografi yang bakal disahkan oleh DPR RI tanggal 23 September ini… I have to put his writing in my blog, karena gue mendukung penuh perjuangannya. Feel free untuk menyebarluaskan tulisan ini berikut attachement-attachementnya…
MELAWAN TIRANI: PEMBANGKANGAN MADANI DARI
Sejawat Muda
Bisa jadi sebagian dari anda belum ngeh bahwa RUU Pornografi dan Pornoaksi (RUU PP)---dahulu bernama RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP)---sedang melenggang menuju formalisasi. “Disahkannya RUU ini merupakan hadiah terindah bagi PKS di bulan Ramadan ini,” ujar ketua fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Mahfud Siddiq.
Benar, pada 23 September 2008 pokok-pokok pikiran duhai misoginis bin kontra Bhinneka Tunggal Ika ini dijadwalkan naik kelas menjadi Undang Undang. Rupanya jajaran anggota legislatif yang merasa dirinya semulia wakil Tuhan (namun lebih mencuatkan kesan wakil Taliban), kumpulan manusia di Dewan Perwakilan Rakyat yang memposisikan dirinya setengah Nabi (namun lebih mencuatkan kesan setengah Wahabi---yang dipenuhi mimpi mentransformasi NKRI nan seru-heterogen menjadi persemakmuran Arab Saudi yang tandus-homogen), gerombolan kurang kerjaan lagi picik ini diam-diam terus mendorong agar regulasi absolut mengenai “pembenahan moral bangsa” bisa segera diberlakukan. Ya, sepak terjang kental syari’ah itu sejatinya tak pernah berhenti bergulir, cuma direm sebentar pembahasannya. Saat gemuruh perlawanan bingar dimana-mana---dipelopori dengan gagah berani oleh Rakyat Bali pada 2006---dengan cerdiknya tim perumus menghentikan sejenak manuver berkedok agama tersebut. Giliran kontroversi beringsut sepi, Balkan Kaplele beserta handai taulan Penegak Keadilan Seksual (PKS, ahem) mencuri-curi berangkat lagi. Dengan justifikasi: konstitusi tentu diperbaiki di sana-sini, jika perlu sekalian direkonstruksi.
Walau telah direvisi, jika diperhatikan dengan cermat, substansi dari RUU PP versi kini sami mawon, sama sebangun, segendang sepenarian dengan yang sebelumnya. Masih tunggalnada, menistakan pluralitas. Tetap diskriminatif, memarjinalkan kaum perempuan. Kukuh berpedoman pada parameter moral khas jaman batu.
Kerabat Puspawarna, kita jangan sudi dikencingi oleh segelintir cecunguk monokultur yang jelas-jelas khianat pada asas kebinekaan Nusantara tercinta. Sabang hingga Merauke adalah wilayah bertabur bianglala dengan bermacam suku pula budaya. Keberagaman harus diberi ruang, mutlak mesti dihormati.
Bersatupadu ayo bersama-sama hadang mahluk-mahluk purba alumnus sekolah jaman pra-sejarah yang masih saja memperlakukan wanita-wanita cantik-baik hati pujaan kita bak warga negara kelas dua, selalu menganggap sumber kemaksiatan di dunia melulu kaum hawa, terus-terusan meminggirkan gadis-gadis bening seolah seonggok daging, sekadar hewan pecundang---menyuruhnya menutupi auratnya, membungkus tiap jengkal tubuh indahnya bagai membungkus benda mati---agar para lelaki tak terangsang (!) …Hey, kenapa justru bukan para adam dari era dinosaurus itu saja yang merantai-lalu-menggembok penis sifilisnya?
Cegah tangkal itikad aparat masuk merapat ke ruang privat. Urusan buah zakar memekar, vagina berliur, erotika tempat tidur, perkara senggama, ngapain juga pakai acara diatur negara segala??!!
Harus, serempak kita muncrati sperma, kaku tirani bertopeng religi ini.
Harus, serentak kita ludahi ampas pejuh, belenggu ideologi idiot ini.
Harus, kompak kita berangus menuju lubang anus, bentuk penyeragaman oh-ketinggalan jaman ini.
Harus, sontak kita lawan berpedang logika, semua pembodohan sistematis ini.
Sebab walau berbeda-beda, tetapi kita tetap satu. Demi senantiasa jayanya kemajemukan bernama
Merdeka Menjadi Bianglala,
RUDOLF DETHU
Relawan Komponen Rakyat
*Pagi ini, Komponen Rakyat Bali bahu-membahu bersama eksponen lain di Bali mengadakan rapat besar untuk menajamkan gerakan perlawanan. Saya akan kabari terus perkembangannya. Silakan surati saya jika anda berminat bergabung, demi kemaslahatan Bhinneka Tunggal Ika, tanah air tercinta milik kita semua:
*Perhatikan transkrip adu argumen antara kaum Pro vs Kontra RUU PP di TV One, jelas sekali tergambar seberapa rendah kualitas intelektual itu kongsi pembela RUU PP. Materi terlampir (RUU Pornografi - Transkrip Debat).
*Baca seksama Rancangan Undang Undang Pornografi dan Pornoaksi. Materi terlampir (RUU Pornografi - Pasal Demi Pasal).
*Ketahui juga pernyataan sikap Komponen Rakyat Bali. Materi terlampir (Pernyataan Sikap KRB).
*Simak rangkaian perspektif lugas-tajam dari Fauzie, aktivis LBH Apik Jakarta. Materi terlampir (RUU Pornografi - Fauzie).
Serta
*Berita yang berhubungan, materi terlampir (RUU Pornografi - Berita)
*Komentar ketua Fraksi PKS, Ahmad Siddiq, yang bersemangat sekali segera meratifikasi RUU PP agar segala perda berbau syari’ah punya payung hukum. Klik http://www.detiknews.com/read/2008/09/15/094337/1006146/10/ruu-pornografi-disahkan-23-september-pdip-dan-pds-lepas-tangan (kemudian lanjutkan dengan artikel-artikel terkait di bawahnya)
*Kilas balik, blog yang khusus dibangun demi melawan RUU APP silakan klik http://jiwamerdeka.blogspot.com/
Apa Kabar para Penegak Keadilan Seksual (PKS)?
Saya kutip yah pernyataan ketua fraksi kalian di gedung perwakilan rakyat itu... yang nampaknya, haruskah saya mendeklarasikan diri saya sebagai bukan rakyat negeri ini, karena saya sama sekali tidak merasa terwakili dengan rancangan iseng-iseng yang kalian inih...
Di DetikNews, Ketua Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq bilang kalo disahkannya RUU Pornografi ini merupakan hadiah terindah bagi PKS di Bulan Ramadan ini. Ia pun meminta agar publik tidak lagi disibukkan dengan perdebatan norma, namun fakta sosial yang harus diperhatikan...
Fakta sosial gerangan apa kah, pak Mahfudz? Bahwa dengan adanya UU ini nantinya saya dapat saja tersubjektifikasi dan terkriminalisasi sebagai perempuan? Coba lihat saja definisi pornografi yang ada di RUU inih:
Pasal 1:
*Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1.Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam
bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar
bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk
pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau
pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual
dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.
Dan ini artinya pemerintah luarbiasa isengnya sudah memasuki wilayah personal saya. Sekiranya saya punya berfolder-folder dalam komputer saya berisikan posisi-posisi kamasutra atau seks tantra atau latihan senam striptease-nya Carmen Electra, maka pemerintah bisa menjadikan saya pelaku kriminal? Padahal folder-folder itu
Pasal 21
Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.
Pasal 22
(1) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dapat dilakukan dengan cara:
a. melaporkan pelanggaran Undang-Undang ini;
b. melakukan gugatan perwakilan ke pengadilan;
c. melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pornografi; dan
d. melakukan pembinaan kepada masyarakat terhadap bahaya dan dampak pornografi.
Nah! Ketebak banget
Pembinaan my ass…
Selamat deh buat Negara tolol yang malah ngasih payung hukum buat those self-proclaimed preman pribadi Tuhan…
Judul diatas itu juga saya kutip dari tulisannya Rudolf... ppfff... Penegak Keadilan Seksual? Keadilan untuk siapa sih? Untuk otong kalian semua yang selalu lompat-lompat kegirangan tanpa bisa kalian kendalikan? Face it, my dear, kalo tu otong gak bisa lo kendalikan, jadi eunuch saja... potong habis, dan keep your rules off my body...
I have to put his writing in my blog, karena gue mendukung penuh perjuangannya. Feel free untuk menyebarluaskan tulisan ini berikut attachement-attachementnya…
MELAWAN TIRANI: PEMBANGKANGAN MADANI DARI
Sejawat Muda
Bisa jadi sebagian dari anda belum ngeh bahwa RUU Pornografi dan Pornoaksi (RUU PP)---dahulu bernama RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP)---sedang melenggang menuju formalisasi. “Disahkannya RUU ini merupakan hadiah terindah bagi PKS di bulan Ramadan ini,” ujar ketua fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Mahfud Siddiq.
Benar, pada 23 September 2008 pokok-pokok pikiran duhai misoginis bin kontra Bhinneka Tunggal Ika ini dijadwalkan naik kelas menjadi Undang Undang. Rupanya jajaran anggota legislatif yang merasa dirinya semulia wakil Tuhan (namun lebih mencuatkan kesan wakil Taliban), kumpulan manusia di Dewan Perwakilan Rakyat yang memposisikan dirinya setengah Nabi (namun lebih mencuatkan kesan setengah Wahabi---yang dipenuhi mimpi mentransformasi NKRI nan seru-heterogen menjadi persemakmuran Arab Saudi yang tandus-homogen), gerombolan kurang kerjaan lagi picik ini diam-diam terus mendorong agar regulasi absolut mengenai “pembenahan moral bangsa” bisa segera diberlakukan. Ya, sepak terjang kental syari’ah itu sejatinya tak pernah berhenti bergulir, cuma direm sebentar pembahasannya. Saat gemuruh perlawanan bingar dimana-mana---dipelopori dengan gagah berani oleh Rakyat Bali pada 2006---dengan cerdiknya tim perumus menghentikan sejenak manuver berkedok agama tersebut. Giliran kontroversi beringsut sepi, Balkan Kaplele beserta handai taulan Penegak Keadilan Seksual (PKS, ahem) mencuri-curi berangkat lagi. Dengan justifikasi: konstitusi tentu diperbaiki di sana-sini, jika perlu sekalian direkonstruksi.
Walau telah direvisi, jika diperhatikan dengan cermat, substansi dari RUU PP versi kini sami mawon, sama sebangun, segendang sepenarian dengan yang sebelumnya. Masih tunggalnada, menistakan pluralitas. Tetap diskriminatif, memarjinalkan kaum perempuan. Kukuh berpedoman pada parameter moral khas jaman batu.
Kerabat Puspawarna, kita jangan sudi dikencingi oleh segelintir cecunguk monokultur yang jelas-jelas khianat pada asas kebinekaan Nusantara tercinta. Sabang hingga Merauke adalah wilayah bertabur bianglala dengan bermacam suku pula budaya. Keberagaman harus diberi ruang, mutlak mesti dihormati.
Bersatupadu ayo bersama-sama hadang mahluk-mahluk purba alumnus sekolah jaman pra-sejarah yang masih saja memperlakukan wanita-wanita cantik-baik hati pujaan kita bak warga negara kelas dua, selalu menganggap sumber kemaksiatan di dunia melulu kaum hawa, terus-terusan meminggirkan gadis-gadis bening seolah seonggok daging, sekadar hewan pecundang---menyuruhnya menutupi auratnya, membungkus tiap jengkal tubuh indahnya bagai membungkus benda mati---agar para lelaki tak terangsang (!) …Hey, kenapa justru bukan para adam dari era dinosaurus itu saja yang merantai-lalu-menggembok penis sifilisnya?
Cegah tangkal itikad aparat masuk merapat ke ruang privat. Urusan buah zakar memekar, vagina berliur, erotika tempat tidur, perkara senggama, ngapain juga pakai acara diatur negara segala??!!
Harus, serempak kita muncrati sperma, kaku tirani bertopeng religi ini.
Harus, serentak kita ludahi ampas pejuh, belenggu ideologi idiot ini.
Harus, kompak kita berangus menuju lubang anus, bentuk penyeragaman oh-ketinggalan jaman ini.
Harus, sontak kita lawan berpedang logika, semua pembodohan sistematis ini.
Sebab walau berbeda-beda, tetapi kita tetap satu. Demi senantiasa jayanya kemajemukan bernama
Merdeka Menjadi Bianglala,
RUDOLF DETHU
Relawan Komponen Rakyat
*Ketahui juga pernyataan sikap Komponen Rakyat Bali. Materi terlampir (Pernyataan Sikap KRB).
*Simak rangkaian perspektif lugas-tajam dari Fauzie, aktivis LBH Apik Jakarta. Materi terlampir (RUU Pornografi - Fauzie).
Monday, September 01, 2008
Distraksi di Kala Deadline
BUZZ!!!
bittersherry: hmmm?
tiga_dua_tiga: pasyi sok ga ol deh
bittersherry: iyeeee
bittersherry: lagi deadline
bittersherry: pasti pake messenger yang versi baru deh
bittersherry: yang bisa ngeliat yang sok2 ga ol
bittersherry: huh
tiga_dua_tiga: \ngga
tiga_dua_tiga: dikasi tau venie
tiga_dua_tiga: hehhe
bittersherry: OH YA AMPUN
bittersherry: AWO
bittersherry: kampret
bittersherry: hahahahaha
bittersherry: gue lupa mulu YM lo
bittersherry: hahahahahaha
tiga_dua_tiga: kok kamu ga perhatian sih
bittersherry: ih
bittersherry: iya sayang
bittersherry: nanti aku perhatikan kamu ya
bittersherry: TAPI GA SEKARANG AH
bittersherry: SIBUK
bittersherry: kan gue punya kehidupan
bittersherry: ga kaya lo
tiga_dua_tiga: dan lo iri sama gw yang ga punya kehidupan
bittersherry: *noyor*
tiga_dua_tiga: gangguin orang deadline ah
bittersherry: sudah diam jangan biarkan pojokan kecil di toolbar saya menyala2
bittersherry: mengganggu konsentrasi saja
tiga_dua_tiga: boleh ga?
bittersherry: yaaaaaah
bittersherry: nyala orens lagi toolbarnya
bittersherry: hush hush
tiga_dua_tiga: iihh
tiga_dua_tiga: kok ga di bales sih?
tiga_dua_tiga: *maksa
bittersherry: *gampar*
tiga_dua_tiga: *tangkis (mulai lagi)
bittersherry: *lempar awo pake kancut bekas*
tiga_dua_tiga: *bales pake kondom bekas n bocor
bittersherry: *ngambil tisu, iket kondomnya ke rambut awo DENGAN PAKSA
tiga_dua_tiga: *badan gw lebih gede
tiga_dua_tiga: *kondomnya gw arahin ke muka lo
tiga_dua_tiga: *dengan LEBIH MAKSA
bittersherry: tidaaaaaaaaaaaaaaaaaak
bittersherry: sayaaaa tidak mau hamiiillll
bittersherry: tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaak
bittersherry: *lari
bittersherry: *bercucuran airmata
bittersherry: *terisak2 menembus hujan
bittersherry: *mendadak ada bunyi rem mendecit
bittersherry: *pria tampan kaya tiba2 turun dari mobil yang nyaris menabrak saya
tiga_dua_tiga: *gw yang bawa mobil
tiga_dua_tiga: *gw turun maki2 lo
bittersherry: BUKAN
bittersherry: LO GA MEMENUHI KRITERIA ITU
tiga_dua_tiga: "dasar bego, bosen idup ya"
bittersherry: *menangis terisak2..
bittersherry: "sayaa.. saya hamil.. om..."
tiga_dua_tiga: *gw naik mobil lagi
bittersherry: "ngga ada yang mau tanggung jawab..."
tiga_dua_tiga: *berlagak tuli
tiga_dua_tiga: *menginjak gas dengan sepenuh hati dan segenap jiwa
bittersherry: *ngelempar mobil pake batako
bittersherry: INI APA SEH JADI GA KERJA GUE
bittersherry: *balik lagi ngetik2*
tiga_dua_tiga: jangan dooonnnkkkkk
tiga_dua_tiga: *menangis terisak2
bittersherry: *menatap dengan mata setengah (lo pikir isakan lo MEMELAS?)
tiga_dua_tiga: *pasang mata kucing yang di film shrek
bittersherry: "gak kasian!"
bittersherry: *cabut
tiga_dua_tiga: *megangin kaki ampe keseret2
bittersherry: *kentut
bittersherry: berhasil
bittersherry: hore
bittersherry: *lari secepat kilat
bittersherry: sanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa cari kesibukaaaaaaaaaan
tiga_dua_tiga: ada siiiiiiihh
tiga_dua_tiga: cuma kayanya lebih asik ngegodain orang deadline
bittersherry: cihhh
tiga_dua_tiga: di depan pager ..... "sisiiiiiiii...main yoook"
bittersherry: aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
bittersherry: *teriakan putus asa
tiga_dua_tiga: "siang tante
tiga_dua_tiga: "siang oomm"
tiga_dua_tiga: *udah masuk rumah
bittersherry: *nangis2 mukul lantai
......
oh mama oh papa... mengapa begitu banyak distraksi tercipta di kala deadline, kapan pula kerjaan saya ini akan selesai semuanyaaa... dan mengapa saya sempat2nya menulis entry ini...
mengapaaaaa...
mengapaaaaaaaaaaaaa..............
Saturday, August 16, 2008
Friday, August 08, 2008
oh my god!
oh life is such a divine comedy! better than the three stooges, better than chaplin, better than seeing your venomous enemy tripped down in an alley, better than lucy in the sky with diamond, oh maybe not better than that but still it really is equally amusing, better than crazy mushrooms, better than epiphany, better than billy bird international business traveller, better than... oh oh my... i really have to get out of this laughter, it's hurting my lung, it's choking my throat, it's... it's... it's amazing...
and the best... the best of all is... i... hahahah... am really the main actor of the divine comedy...
laugh your ass off, sisie. laugh your ass off. when people laugh at you, laugh with them!
Tuesday, August 05, 2008
Heiho, Let's Go and Off to Work We Go...
Heiho let’s go and off to work we go
Bring your spades I’ll bring my seeds
Heiho let’s go and off to work we go
We’ll plant a tree we’ll watch it grow
Heiho let’s go and off to work we go
You’ll whistle your song I’ll call the mother bird
To build her nest upon our homely leaves
The sweet little birdies baby they’re now singing
Let’s hop on now the branches baby they’re so inviting
Grab on your guitar let’s sit under its shadows
I’ll catch the falling leaves you’ll smell the sweet breeze
Bring your spades I’ll bring my seeds
Heiho let’s go and off to work we go
We’ll plant a tree we’ll watch it grow
Heiho let’s go and off to work we go
You’ll whistle your song I’ll call the mother bird
To build her nest upon our homely leaves
Then what baby? That we made it great
If I climb the tree, baby would it be just because
I care to take care of the birdies baby
Which is of course you can see it as
Another heiho let’s go and off to work we go?
If I hug the tree ten times a day
Baby would it be just because
I care to warm up the tree
Which is of course you can see it as
Another heiho let’s go and off to work we go?
If I carry home its falling leaves each night
And stuff them inside my pillow to fill my lung with their scent
Baby would it be just because
I want to preserve its trinkets
Which of course you can see it as
Another heiho let’s go and off to work we go?
Heiho let’s go and off to work we go
Bring your spades I’ll bring my seeds
Heiho let’s go and off to work we go
We’ll plant a tree we’ll watch it grow
Heiho let’s go and off to work we go
You’ll whistle your song I’ll call the mother bird
Saturday, July 26, 2008
Vincent and Sophie
why are you here?
my feet are trembling
i know but why are you here?
they have their free will
i don't believe you
talk to them if you want
they are stink
i know you still hate me
no, my hands are shaking
look i am here
what do you want now?
my heart is drumming beats
same thing here
can we hug?
no i don't think we can hug
i think so too
can we kiss?
no i don't think we can kiss
yes, that will hurt
and i will cry
i don't wanna die
i really missed you
oh fuck, did you just say that?
i'm such a cuckoo
and i always fell for you
shit, why are you saying that?
it just came out
it's too much pain
maybe you're too weak
maybe you're a hypocrite
fuck, i don't need to hear all this
i want to taste your tongue
stop, please stop, i'll die
i wish i'm dead right now
fuck, go away
dont you want to be fucked?
fuck, same old shitty you
and i miss you too
please, leave, just leave
please, after i kiss you?
why are you doing this to me?
i'll bleed, so what? i'm wounded anyway
you're killing us two
i know and i'm sorry
close your eyes, i'll kiss you
i wanna look into your eyes
close your eyes, please
so that i cant read you?
not too much to be read
yes i know, you love me too
i beg you, close your eyes
so that u'll be disappeared?
yes, but after i kiss you
Friday, July 18, 2008
Hello Clementine!
Me: You said that to Joel? Touche, Clementine. Touche...
Wednesday, July 16, 2008
adopsi mereka sebelum disuntik mati! hiks....
Karena banyaknya populasi anjing yang tidak terurus maka anjing-anjing ini terancam di SUNTIK MATI jika masih belum ada orang yang mau mengadopsinya.
Mohon kebaikan teman-teman untuk menyebarluaskan informasi ini dan menanyakan kepada relasi, teman kerja, teman kuliah dll siapa tau ada yang terketuk hatinya untuk mengambil anjing-anjing ini dan memeliharanya di rumah mereka.
Untuk informasi lebih lengkap bisa menghubungi langsung ke pengayoman tersebut / tanya no. pengayoman tersebut ke RS anjing di no. 6515262. kl tertarik untuk adopsi bisa telepon 7804993 atau ke pak herman di 08119634280
NOTE: KALO MINAT LANGSUNG TELPON KE CONTACT NUMBERNYA AJA, jangan ke saya...INI CUMAN TITIPAN info dr temen
(Hayo hayo..yg berminat untuk pelihara anjing...kasian mereka...)
Sunday, July 13, 2008
the list of useless skills
*crossing fingers*
So, here's a few that i can think of for now...
useless skill #01
I can twist, twirl, twine, spin and roll my tongue real good
useless skill #02
I can move my ears backward and forward
useless skill #03
I can speak manadonese
useless skill #04
I can make cats fell asleep
useless skill #05
I can make funny noises with my toes
useless skill #06
I can generate puns and riddles in minutes count
useless skill #07
I can give a very good head massage
useless skill #08
I can sing lotsa songs from Betharia Sonata's era
useless skill #09
I can blow spit bubbles
useless skill #10
I know lines from Eternal Sunshine of the Spotless Mind by heart
useless skill #11
I can fall asleep floating on my back in a swimming pool
useless skill #12
I can eat really fast
useless skill #13
I can make rainbows from water and oil
useless skill #14
I can interpret dreams
useless skill #15
I can make a drama out of anything
and still counting....
Wednesday, July 09, 2008
And we're always amazed...
To be continued...
Tuesday, July 08, 2008
Fox in the Snow
Fox in the snow, where do you go
To find something you can eat?
Cause the word out on the street is you are starving
Dont let yourself grow hungry now
Dont let yourself grow cold
Fox in the snow
Girl in the snow, where will you go
To find someone that will do?
To tell someone all the truth before it kills you
They listen to your crazy laugh
Before you hang a right
And disappear from sight
What do they know anyway?
Youll read it in a book
What do they know anyway?
Youll read it in a book tonight
Boy on the bike, what are you like
As you cycle round the town?
Youre going up, youre going down
Youre going nowhere
Its not as if theyre paying you
Its not as if its fun
At least not anymore
When your legs are black and blue
Its time to take a break
When your legs are black and blue
Its time to take a holiday
Kid in the snow, way to go
It only happens once a year
It only happens once a lifetime
Make the most of it
Second just to being born
Second to dying to
What else could you do?
*song by Belle and Sebastian
hm..hm..hm... :) si rubah saljuuuuuuuuu....
Monday, July 07, 2008
Bubble of Thoughts
Yes we have fins instead and that's the fact
Inside the glass things could get a little hazy, unclear and blurry
But it's bubble of the thoughts, dear
Ploppin out from your head, dear
Up unto the water surface...
Bubble of thoughts, thousands of them, dispersing themselves,
Disappear into the air
I see you swimming around, dear
Swimming swimming around, dear
On the other side of the glass
Chorus:
Give me the strength for the clang clang
It's much warmer than you think
It's waiting for you
A fear which takes you to the bang bang
But only fate divides us
I see in you
Shoulder to shoulder in the end
Shoulder to shoulder in the end
Please don't shatter the glass, dear
You'd only hurt your nose, dear
You cant shatter the glass,
Why don't you hold on tight
To the bubble of thoughts and
Jump, jump, jump, jump
a song by riddlereverie (is that the fixed name, eh? hihihihi...)
Tuesday, July 01, 2008
The Burka Band
I incidentally stumbled upon this article, it was actually dated years ago, and the core of the issue is really, nothing new. Still it's amuse me nonetheless, in a sad and loathsome kind of way. Kudos to the girls, though. I hope they’re still alive up to now, and not beheaded by some nauseating religious militants. I mean, for freak’s sake, this could very well happen anywhere, in some countries where, in the name of the religion, people feel they have the right to butcher people and their property. Shoveling their sickening pseudo-norms and morality in the name of their belief everywhere. Oh, wait a minute, did I just say some countries? Emm… countries like our country? Oh yah well…
Anyway, here’s the complete article…
The Burka Band
By Michael Lund and Signe Daugbjerg
- Blueee, burka blue, sings the lead singer on the tv, while another woman plays the drums and a third the guitar.
The three girls make small dancesteps and swing the microphone as you would in any other girl band. But there is one big difference. The three girls all wear the Afghan burka, the blue dress that covers a woman from head to toe.
25-year-old Nargiz laughs when she shows us the video in Kabul , the capital of Afghanistan . She is one of the three girls who started the Burka Band two years ago.
- It was a lot of fun, but also very scary. Afghanistan is still a very dangerous place for modern women, and when we shot the video we had to do it very discreetely because no one could know that we were playing music, says Nargiz.
Hidden recording
Nargiz started the Burka Band when she met a German music producer in Kabul in late 2002. The producer was teaching Afghans to play modern music, and Nargiz learned to play the drums. One day she wondered why all the burkas in Kabul were blue, and together with two friends she wrote the song "Burka Blue" which is about burkas and the way you feel when you wear them. The song was recorded in Kabul with help from the German producers. The band would rehearse behind locked doors, so nobody would find out that the women were playing music. The burka also helped hide who the bandmembers really were.
- Of course it was a joke to sing in the burkas, but it was also necessary to wear them. If people in Afghanistan knew who the members of the Burka Band were, we could be attacked or killed because there are still a lot of religious fanatics here, says Nargiz, who hasn't told any of her friends that she has played in the Burka Band.
In 2003 the German record label Ata Tak released the song in Germany and the song became a hit in German clubs after it had been remixed by a german DJ. The Burka Band even performed at a big concert in Köln during a trip to Germany . Unfortunately, Nargiz couldn't join the band in Köln because she had to work, but she followed all the hype from her home in Kabul .
Too dangerous to sing
- At first I didn't believe it, when the German producer told me the song was a hit in Germany . It was fantastic, but at the same time, we also worried that somebody in Afghanistan would find out who we were because of all the attention, remembers Nargiz, who estimates that only 10 people in Afghanistan actually know who the faces behind the burkas in the band belong to.
The Burka Band has never performed in Afghanistan and at the moment the band is not active. During the Taliban regime music was totally forbidden, and women were not allowed to work. To sing in public could carry a death sentence. Today the country is still very conservative, and there is no market in Afghanistan for the Burka Band's music. The band members have to wait for a European or American record label to help them if they are to make a whole album one day.
- I'd like to play again, but right now it is not possible. Last year there was a big bomb at a concert here in Kabul , and lots of people are still against female singers because the religous leaders condemn it. It will probably take 10 years before we will have real girl bands here in Afghanistan , says Nargiz, who now works in an international organisation in Kabul .
The lead singer of the Burka Band has gone to Pakistan because she can't sing in Afghanistan , and the guitarist has a regular job.
Today the only place to see the Burka Band is on the video. On the screen the first and only Afghan girl band plays on with their headphones on the burka-covered heads and the drumsticks swinging. The lyrics go:
- My mother wears a burka, I must wear a burka too. We all wear a burka, we don't know who is who. Blueee, burka blue.
Nargiz's name has been changed to secure her anonymity.
Info box:
The land of no music
When the religious Taliban-movement was in power in Afghanistan they banned all music because they thought singing and dancing was the work of the devil. People listening to music would be beaten or put in prison. Watching television, flying kites and wearing make-up was also forbidden for more than five years and women were forced to wear a burka.
In 2001 the Taliban was ousted from power by a coalition led by the Americans and today the country is moving towards democracy. However, Afghanistan is still a very conservative country and many Afghans feel that especially women shouldn't play music.